Wednesday, 13 June 2007

Nasihat Lukman Al-Hakim




"Wahai anakku, barangsiapa mengatakan bahwa kejahatan bisa memadamkan kejahatan, suruhlah ia menyalakan dua api, kemudian suruhlah ia melihat apakah api yang satu bisa memadamkan api yang lain. Sesungguhnya, kebaikan itu akan memadamkan kejahatan seperti halnya air memadamkan api."

"Wahai anakku, berbuat baiklah kepada siapa yang berbuat buruk kepadamu. Tanamlah perbuatan yang baik, niscaya engkau menikmati hasilnya. Ingatlah, barangsiapa menghunus pedang kezaliman, ia sendiri yang akan terbunuh dengannya. Dan barangsiapa menggali lubang kejahatan untuk menjerumuskan saudaranya, ia sendiri yang akan terjerumus ke dalamnya."

(Sumber: Ir. Permadi Alibasyah, Bahan Renungan Kalbu, Yayasan Mutiara Tauhid, Jakarta, 2001, hal 137)

16 comments:

angin-berbisik said...

wah renungannya bagus mbak...:) siapa yang menanam kebajikan pasti besoknya akan menuai kebaikan...:)

Hani said...

terima kasih sudah berbagi nasehatnya mbak. salam kenal juga. bunga mawarnya dari kebun sendiri atau kebun tetangga...hehehe

salam buat si sulung yang demen baca juga ;)

Ryu`s Mom said...

Postingan yang bagus Mbak Retno, seharusnya pemimpin kita ditatar ajaran ini kali ya...tobat pak tobat..

Mushofatul said...

Perenungan yang dalam....pelajaran berharga utk org yg pernah hidup n punya wkt utk mendptkannya. Salam kenal....sekalian kunjungan perdana.

Mamahoney said...

terima kasih dah mampir mbak, salam kenal yaa :)

aroengbinang said...

kadang sangat sulit untuk memahami bahwa di dalam kejahatan ada kebaikan, demikian juga sebaliknya.

ketika yg satu bangun, yang lainnya sedang tidur lelap, dan hanya menanti waktu dan gilirannya.

kesabaran dan rsa syukur bisa mengendalikan keduanya.

salam.

isnuansa_maharani said...

kunjungan pertama, salam kenal dari Jakarta...

rini said...

renungannya bagus mbak....aku link juga yah..

Wulan said...

Wahh aku sukaaaa.. Thanks dah sharing ya Mba :)

putri said...

Renungannya bagus... bunganya bagus jg mbak.. :D

niezagraha said...

hi retno apakabar?
Ternyata ada blognya juga ya...mampir nih..:-)

azfaAZ said...

banyak bunga disini.... :)

Ninis said...

Nasihatnya bener2 bermanfaat :)
Semoga aku bisa mengamalkan ... Amin ...

Mbak, aku link juga yah, biar silaturahmi tetap terjaga :)
Happy weekend, Mbak ... !

Mamah 'Little Aras' said...

Thanks mbak renungannya

Rudi W Karyadi said...

Lho. Salah satu teknik pemadaman api ya justru pakai api. Bagian hutan atau ilalang yg belum terbakar justru dibakar, lalu dipukul2 dengan dahan dan di arahkan ke api yang asli. Lalu kedua api tersebut bertemu di tengah dan karena tak ada lagi yg bisa terbakar, api pun mati. Teknik ini digunakan karena tidak mudah menyediakan air pada area kebakaran di hutan atau padang ilalang.

Tidak nyambung ya?
Met kenal ya mbak.

Syamsul Arham said...

Salam kena Mbak Retno,

Ternyata Anda telah baca buku Bahan Renungan Kalbu. Tapi ada satu lagi buku yang bagus dari Permadi ini, yaitu SENTUHAN KALBU, apakah sudah baca?

Wassalam,
Samsul