Sunday, 25 November 2007

About 8 Random Habits

Sudah 2 bulan berlalu sejak diberi PR sama Lita, ehh...baru inget sekarang. Maklum udah lama nggak update ceritakoe, sibuk ngurusi dapurnya aja..he..he. Sebetulnya, bingung juga kalo disuruh nulis mengenai diri sendiri...kayaknya yg hapal kebiasaanku nih malah orang rumah.

1. Coffee and Tea addict
Kalo masalah ngopi nih kayaknya sama deh ama Lita, cuman daku paling banyak cuman 2 gelas sehari. Pagi jadi sarapan wajib sebelum berkarya, nah sore hari... atau habis makan siang rasanya nggak klop klo belum minum teh, bermacam-macam teh dicobain...apalagi disini jenisnya aneh-aneh gitu, tapi dasar lidahnya nggak bisa di kompromi, tetep aja yg jadi favorit Jasmine Tea made in Indonesia. Nggak heran, klo lagi mudik koper dipenuhin sama teh, mulai dari Tong chi, 999 atau Sostro, eh... iya teh Prenjak ternyata uenakkk juga.

2.Blog walking dan baca koran di Kompie
Nah, klo yang ini rasanya kebiasaan para blogger. Tapiiii...klo banyak tugas di my K-Lab (baca Dapurrr..hi..hi), mending nggak buka kompie dulu deh, sampe selesai berkarya.

3. Kurang suka cuci piring
Kurang suka, tapi tetep aja harus dikerjakan . Selama merantau ke Jerman ini jadi suka masak, ehmmm...awalnya sih terpaksaaa gitu, soale kangen masakan dan jajanan Indonesia nggak ada yg jual, ada sih yg jual tapi jauuhhh dan nggak sesuai selera. Cuman paling nggak demen beresin bekas masaknya. Alhamdulillah ada Mbak Geschirrsp├╝ler/Mesin cuci piring yg meringankan tugasku...eitss..tapi yg gede2 kayak panci dan wajan tetepppp waee kudu di cuci sendiri.

4. Koleksi Magnet
Nah, kalau hobby yg ini sih tadinya hanya sekedar buat nempelin jadwal kegiatan anak-anak ataupun undangan/acara di sekolah, biar nggak lupa. Karena buka tutup lemari es khan setiap hari tuh. Ehh...lama-lama asyiek juga ya ngumpulin magnet dari tiap kota atau negara...bentuknya lucu-lucu.

5. Koleksi resep
Semenjak tinggal di jerman dan jadi Domestic Engineer, jadilah mulai tertarik urusan baking and cooking. Berhubung aslinya nggak gitu bisa masak, udah gitu suka kangen sama combro, lemper, bakso, mpek-mpek, siomay dlsbnya...apaboleh buat kudu masak sendiri, biasanya boro-boro bikin sendiri...tinggal beli aja beres deh. Beruntung disini ketemu temen-temen yang pada pinter masak dan mau berbagi resep...malah kadang nggak tanggung-tanggung ngasih demo masak langsung. Thanks a lot my dear friends. Untungnya sekarang ada medianya buat ngumpulan resep lewat Blog. Jadi inget waktu si Mas praktikum di NABU, Pulau kecil di Wallnau tempai konservasi khusus untuk water birds, kebetulan dia kebagian giliran tugas masak, buka-bukalah dia resep mamanya di Kedai Hamburg untuk bikin nasi goreng. Cuman sempat di protes sama si anak, katanya resepku itu untuk yg bisa masak bukan untuk pemula, karena ukuran nasinya koq piring ssehhhh...terus masak nasinya koq nggak dikasih tau caranya...lhaaa...wong pake rice cooker masaknya

6. Tunnel Phobia
Sebelumnya nggak pernah takut kalau lewat terowongan. Tahun lalu, bersama dua orang temen naik bis yang melewati Elb Tunnel (di atasnya ada sungai Elbe) biasanya kecepatan rata-rata di tunnel ini sekitar 80 km/jam. Jalur kanan untuk bis dan truck container. Ditengah perjalanan tiba-tiba bis yg kita tumpangi nge rem mendadak karena truck di depannya berhenti. Aku dan temen sempat berucap alhamdulillah, karena bisnya sempet nge rem!. Tiba-tiba guabrakkk!...bis disundul dari belakang oleh 2 truck container. Bis terakhir dengan muatan bir sekitar 8 ton nggak sempet ngerem, jadilah tabrakan beruntun. Tunnel nggak bisa dilewati sampe beberapa jam, aku dan penumpang selamat lainnya yg tanpa luka2 dibawa keluar tunnel dengan kendaraan Pemadam Kebakaran. Thanks God!, tidak ada korban meninggal dalam kecelakaan itu, aku cuman benjol, sedang dua temenku dibawa pake ambulance karena keningnya sobek dan sempat di jahit di rumah sakit dan satunya lagi jempol tangannya di gips, alhamdulillah selamat semua. Pengalaman yang tidak pernah terlupakan, saat ini lebih suka naik kapal untuk menyeberangi sungai Elbe daripada harus melewati tunnel. Kalaupun terpaksa harus lewat tunnel, jadi ada hikmahnya.... banyak dzikir sepanjang tunnel (3 km).

Ini kapal no 62 route finkenwerder- landungsbr├╝cke, alternatif lain untuk menyeberangi sungai Elbe selain melewati Elb Tunnel.

7. Seneng motret
Tadinya sih...lebih suka di potret daripada motret apalagi kalau ketemu taman bunga, pengennya bergaya bak bintang film Bollywood... . Itu duluuuuu....sekarang mah maluu ah sama teenagers. Sekarang lebih suka motret makanan, bunga dan pemandangan aja, masih tahap pemula, baru belajar.

8.Belajar sesuatu
Nah...kalo belajar sesuatu kayaknya nggak mengenal umur ya..,apa saja nggak selalu harus berkaitan dengan urusan study, asal ada manfaatnya. Penyakitnya nih, seneng mempelajari sesuatu tapi udah gitu nggak tuntas. Contohnya, belajar melukis...udah beli alat-alatnya...eh..sampe sekarang hasilnya cuman 3 biji, waktu kursus doang(lukisan pertama, sempet diledekin temen katanya bunganya seperti kipas korea, yg kedua ada disini ), tertarik ikutan kursus melukis berkat promosi gurunya katanya tanpa talent juga bisaaa Halahhhh ternyata melukis itu ngabisin waktu juga, lamaaaa....bisa2 yg dirumah protes nggak dimasakin.


Horeee...selesai juga nih, lunas hutang PRku sama Lita. Uppsss , satu lagi menurut undang-undang katanya wajib memilih 8 orang temen. Hmmm kayaknya daku harus broken the rules nih, nggak usah tak terusin lagi ya...

Undang-Undang tag:

1. Each blogger must post these rule

2. Each blogger starts with eight random facts/habits about themselves

3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their eight things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose eight people to get tagged and list their names.

4. Don't forget to leave them a comment telling them they've been tagged and to read ur blog.

Wednesday, 19 September 2007

Karneval der Kulturen Hamburg 2007



The colorful carnival parade is the international Northern Germany happening. Participants from 80 immigrated countries show their true colours. They all help to cooperate peace- and respectfully in Hamburg and its neighborhood.
(Source: http://www.karneval-kulturen-hamburg.de)

Sabtu 15 September, Tim Indonesia ikut serta dalam Karneval der Kulturen Hamburg 2007, keikutsertaan tim Indonesia ini di motori mbak Dyah Narang Huth, pendiri IKAT Agentur , Fosbi (Forum Seni Budaya Indonesia) dan didukung KJRI Hamburg (klick aja untuk liat fotonya). Masih dalam suasana berpuasa, anak-anak dan remaja Indonesia di Hamburg tetap bersemangat menempuh route karnaval yang kira-kira ada 7 km. Themanya kali ini warna-warni Indonesia. Foto-foto karnaval lainnya dapat dilihat disini.



Persiapan dandan sudah dimulai dari jam 10.00 di KJRI Hamburg, para ibu ikutan sibuk merias anak-anak. Jam 12 teng udah mulai start, tim Indonesia dapet nomer urut 40 di barisan hampir terakhir, berhubung datangnya agak belakangan. Ibu dan Bapak yang putra/putrinya ikut karnaval akhirnya ikut juga jalan mengikuti peserta, yah..itung-itung sambil sport dan ngabuburit. Yang masih kecil naik ke mobil bak terbuka, kapan lagi naik mobil terbuka....di jerman!. Kalo nggak karena karnaval di tanggung bakal di tangkep Polizei (Polisi). Si Dedek seneng juga ikutan naik ke bak mobil...katanya seperti di Indonesia. Juri dan juru foto profesional sudah siap nongkrong di Jungfenstieg depan danau Alster. Disinilah seluruh peserta beraksi memamerkan tarian dan musiknya. Setelah lewat dari tempat juri,.... langsung deh para remaja yang tadinya jalan kaki berhamburan ikutan naik ke mobil bak terbuka, khan pada puasa...capek deh! . Sementara route yang harus dijalani masih ada.

Walaupun kali ini tim Indonesia belum berhasil menempati predikat juara, paling tidak ikut berpartisipasi mempromosikan budaya Indonesia. Yang beruntung menjadi juara I kali ini Organisasi Pemuda Malca e.V. membawakan tema Tarian Diablada dari Bolivia diiringi musik live dari pegunungan Anden. Disusul oleh Por una Columbia dan terakhir "Stelzensippe" dari Bremen-Huchting. Memang peserta dari negara lain ini selain didukung sound system yang memadai, tarian yang kompak, peserta yang cukup banyak dan modal tentu saja.


Saturday, 8 September 2007

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa


Buat teman-teman semuanya,
Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan, mohon maaf lahir dan bathin ya.

Monday, 20 August 2007

Peringatan 62 tahun Kemerdekaan RI

Cerita detik-detik proklamasi 17 Agustis 2007 di KJRI Hamburg ini memang agak terlambat, tapi berhubung bukan wartawati yang harus kejar tayang, tak apalah!. Usia 62 tahun tentu tidak muda lagi, motto yang terpampang di spanduk KJRI bunyinya : "Dengan semangat persatuan dan etos kerja kita percepat pertumbuhan ekonomi dan penanggulangan kemiskinan untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia."
Mudah-mudahan saja ada actionnya, not only talk, he..he..bukan politikus ahhhh.



Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan hari kemerdekaan RI di Hamburg diisi dengan pertandingan Olah Raga seperti Bulutangkis, Volley, Tenis Meja, Sepak Bola dan permainan untuk anak-anak termasuk lomba makan krupuk dan tarik tambang yang dilaksanakan berapa minggu sebelum tgl 17 Agustus. Nah..ceritanya nih borongan ikutan Ping pong, badminton dan volley. Maklum atlit kagetan yg cuman sport setahun sekali, hasilnya badan njaremmm, pegel-pegel semua selama seminggu. Belum lagi tangan biru-biru hasil maen volley akibat kebanyakan serven, lha wong bisanya cuman serven thok, ho..ho.

Perayaan detik-detik proklamasi di KJRI dimulai tepat jam 10.00. Sehingga, yang datang terlambat harus menunggu diluar pagar lapangan parkir konsulat. Setelah pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks proklamasi, pidato bapak konjen dan pembacaan doa dilanjutkan dengan acara kesenian. Hmmm..ya pake makan siang juga dong, menu hari itu nasi berikut ayam bumbu rujak, telor, sambel dan kerupuk. Antreannya...panjang kaleee.








Si Dedek kali ini ikut gamelan lagi seperti tahun lalu, sedang si Mas ikut paskibra dan nge Band bersama temen-temennya di group Band KIBAR yang bisa dilihat disini. Latihan dan tampilnya hanya setahun sekali dalam rangka memeriahkan HUT RI di Konsulat RI Hamburg. Liburan kali ini mereka disibukkan dengan latihan untuk acara 17 agustus di Konsulat RI, jadi lumayan juga untuk mengisi kegiatan waktu liburan mereka sebelum masuk sekolah.

Friday, 27 July 2007

Objek Turis


Paintings on the ceiling, Versailles






Salah satu objek turis di Paris yang ramai dikunjungi Istananya Louis ini (Versailles). Pertama kali kesini thn 1995 (eh...sudah 12 tahun y.l ternyata ya), waktu itu ikutan tour International Society jaman masih jadi student, inget aja waktu itu tiap bulan menyisihkan uang beasiswa biar bisa ikut jalan-jalan ke Paris, padahal sesudah itu harus menghadapi ujian. Ceritanya bawa catetan tuh, niatnya sih belajar, sampe diledekin temen, tapi khan secara psikologis tenaaannng gitu loh udah bawa-bawa catetan, perkara nempel atau enggak belakangan, hi..hi. Ahh...sekedar mengingat masa lalu, waktu itu si Dedek belum lahir. Sekarang anak-anak sudah beranjak besar, berminat juga datang ketempat seperti ini setelah belajar sejarah. Sambil menikmati pemandangan indah lukisan di langit-langit istana ini. Antrean masuk lumayan panjang juga, lagian cuaca hari itu cukup panas.


Selanjutnya, mampir juga ke Galeries La Fayette.Merk-Merk terkenal bertebaran disini. Lumayanlah untuk sekedar window shopping, aku sih, senengnya berburu barang yg di soldes (sale) aja deh, apalagi summer begini di Hamburg sudah mulai banyak sale, kesempatan tuk berburu barang murah. Nah, kalo dapet barang bagus tapi harganya murah rasanya suenennng banget gitu lho. Apalagi untuk si Dedek, lha celana panjang bolong melulu di lututnya, entah ndlosor dimana aja.





Galeries La Fayette


Jakartaaaa...ada disitu lho Om dan Tante. Pas di puncaknya Eiffel bisa dilihat jaraknya ke Jakarta. Saking pengennya liat La Tour Eiffel di waktu malem, berangkatlah lagi kita kesana padahal paginya udah sempet kesana,antrinya panjang bener. Malem..ternyata masih panjang juga. Untung masih rezekinya dedek, sebetulnya udah pas antrian terakhir dan udah tengah malem jadi nggak boleh lagi naik ke puncaknya hanya sampai ke lantai duanya. Namun si penjaga jatuh keciaannn sama si Dedek (kayaknya sih dibisikin bapaknya supaya nunjukin wajah memelas..hi..hi), akhirnya penjaganya bilang..kamu boleh naik ke atas, padahal waktu itu lift tinggal bawa penumpang yg turun aja, nggak ada yg naik lagi. Pulangnya dari situ udah dapet metro terakhir....sampe di Hotel hampir jam 2 pagi!.






La Cathedrale Notre-Dame & La Basilique du Sacre-Coeur de Montmartre



Museum Pompidou & Liberty


L´arc de triomphe & La tour Eiffel

Sunday, 22 July 2007

Women in paintings

Aduuh gaya bener mo kemana sih Mpok?



Liburan summer anak-anak disini cukup lama sekitar 6 minggu kita sempatkan mengunjungi Paris lagi. Alhamdulillah diberi kesempatan kesini lagi setelah thn 2003 mengajak anak-anak ke Disneyland, kali ini anak-anak mau juga diajak ke The Louvre Museum yang informasi selengkapnya bisa dilihat disini . Kebetulan kunjungan kali ini sekalian mengunjungi ponakan yang saat ini sedang kuliah S2 di Paris. Penasaran juga liat lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci yg kesohor itu. Antrean cukup panjang juga di depan lukisan Monalisa, sebetulnya nggak boleh motret, tapi pengunjungnya (termasuk aku..hi..hi), bandel-bandel, akhirnya penjaganya cuman bisa bilang: only one picture!. Buat pembaca sekalian, aku share beberapa fotonya sesuai kategorinya, jadi fotonya bersambung yaaa. Kalo pengen liat detilnya lebih jelas di klik aja gambarnya Ok?.





Lho Mas koq ikutan mejeng disini & Lukisan Monalisa karya Leonardo da vinci


Jeanne d´arc and
Yang lagi main cello nggak mau liat not baloknya (kenapa ya), udah hapal ?



Koq cemberut sih (kayaknya keberatan rambut deh), sebelahnya ngelamunin apa ya

Sebetulnya ada lagi sih lukisan cewek cantik yang sempet di foto sama si Mas, tapi uppss...17 tahun ke atas, jadi ...nggak usah aja ya pembaca (hayoooo..penasaran khan, pejeng nggak ?..he..he)